Kota kami kecil sekali, hampir semua orang saling kenal. Dulu ada satu keluarga di sini — seorang ibu dengan anak perempuannya yang umurnya sekitar lima tahun. Mereka tidak punya saudara lain di daerah ini. Lalu anak itu meninggal, setelah sakit mendadak. Ibunya sangat terpukul. Setiap hari tanpa kecuali dia pergi ke kuburan. Begitu terus selama setahun penuh. Lalu ibunya pun ikut pergi — tidak kuat menanggung duka sedalam itu. Semua ini memang sangat menyedihkan dan mengerikan, tapi yang aneh justru setelahnya. Sudah tiga tahun sejak semuanya terjadi, dan makam anak itu selalu dalam keadaan sempurna. Tidak ada rumput liar, tidak ada debu sedikit pun. Kalau memang ada yang merawat, pasti tetap kelihatan tanda-tanda di antara waktu perawatan. Tapi ini seperti waktu berhenti di sana — seperti tempat itu membeku begitu saja. Semua orang di kota membicarakan ini. Banyak yang sengaja menghindari tempat itu. Dan masing-masing punya pendapatnya sendiri. Ada yang berbisik bahwa arwah sang ibu tinggal di sana, menjaga ketenangan putrinya. Ada juga yang bilang bahwa semasa hidup, si ibu selalu cemas siapa yang akan merawat makam anaknya kalau dia sudah tiada, dan ketika dia meninggal, seluruh kekuatan jiwanya dia tanamkan di tempat itu. Dan tentu saja ada yang tidak percaya semua itu. Mereka bilang pasti ada orang yang diam-diam datang setiap malam untuk merapikan semuanya, supaya yang lain ketakutan. Tapi siapa yang mau repot-repot begitu? Masa iya ada orang yang melakukan itu selama tiga tahun cuma untuk iseng.