Tak Terjelaskan — Tidak Ada yang Percaya


Sesuatu yang luar biasa terjadi padamu?
Tapi kamu takut nggak ada yang percaya...


Tak Terjelaskan

Kasus tak terjelaskan, anomali, dan kejadian misterius yang menentang logika dan sains — kesaksian nyata dari para saksi tentang hal yang tak diketahui.

Tak Terjelaskan
Diterjemahkan dari Rusia
Diposting: 2026-03-26

Cerita ini dulu sering diceritakan oleh nenek saya. Beliau selalu bilang ini cerita tentang waktu mereka bertemu makhluk luar angkasa. Kejadiannya sudah lama sekali, awal tahun 1930-an. Mereka tinggal di dekat hutan — hutan biasa, tidak ada yang aneh. Mereka sering ke sana untuk memetik jamur, buah-buahan liar, berburu binatang. Lalu tiba-tiba orang-orang mulai menghilang. Dalam sebulan, empat orang lenyap begitu saja. Sebenarnya bisa saja disalahkan pada binatang buas, tapi di sana paling-paling cuma ada rubah, kelinci, dan babi hutan. Jadilah orang-orang takut masuk hutan. Tidak lama kemudian, muncul seorang laki-laki di desa mereka. Orang-orang melihat dia keluar dari hutan itu. Nenek saya bercerita bahwa pakaiannya aneh, dia membawa benda-benda yang tidak bisa dijelaskan, dan cara bicaranya pun aneh. Dia tampak benar-benar kebingungan, seperti tidak tahu ada di mana. Soal benda-benda aneh itu, nenek cerita begini: di tangannya ada gelang logam, dan setelah mereka mengajaknya mandi uap di banya, dia menekan beberapa tombol di gelang itu, dan dalam lima menit semua luka goresnya hilang. Dia juga terus-terusan melihat sebuah kotak kecil yang memantulkan gambar dan angka bercahaya. Dia menunjukkan kotak itu ke orang-orang, memperlihatkan peta-peta aneh, dan bertanya di mana dia berada. Akhirnya mereka menyimpulkan bahwa UFO mendarat di dekat situ. Mereka melaporkan ke pihak berwenang, tapi tidak ada yang percaya dan tidak ada petugas khusus yang datang. Lalu laki-laki itu menghilang begitu saja. Nenek saya bilang si alien itu merasa ada yang tidak beres dan kabur. Waktu kecil, saya mendengarkan cerita ini dengan mata terbelalak dan benar-benar percaya itu alien. Tapi sekarang, bertahun-tahun kemudian, saya berpikir — masa sih alien seceroboh itu, mencolok sekali. Lagipula, kotak kecil itu kok mirip banget sama smartphone zaman sekarang. Jadi sekarang menurut saya, orang itu entah bagaimana terlempar ke zaman yang bukan zamannya. Dan dilihat dari gelang itu yang sampai sekarang belum ada padanannya, dia bahkan bukan dari zaman kita — melainkan dari masa depan yang lebih jauh lagi. Lalu ke mana orang-orang yang menghilang itu? Mungkin mereka juga berpindah waktu? Ngomong-ngomong, setelah beberapa lama, orang-orang pelan-pelan mulai masuk hutan lagi, dan tidak ada lagi yang menghilang. Jadi anomalinya cuma berlangsung sebentar, sekitar satu-dua bulan. Kalau memang itu portal waktu seperti dugaan saya, mungkin sudah menghilang atau berpindah tempat. Soal laki-laki itu, mereka tidak pernah mendengar kabar apa-apa lagi. Mungkin dia berhasil kembali, atau mungkin dia menjalani sisa hidupnya dengan tenang di sana, di zaman itu.

Misteri
Diterjemahkan dari Inggris
Diposting: 2026-03-24

Aku ngontrak rumah. Tua, kayu, langit-langitnya tinggi, lantainya berderit. Pemiliknya menyewakan murah — waktu itu kupikir aku cuma lagi beruntung. Bulan pertama — sunyi. Rumah biasa. Tapi kemudian aku sadar, setiap sore waktu pulang kerja, pintu depan selalu sedikit terbuka. Bukan terbuka lebar, bukan. Celah dua jari. Kunci tidak rusak, lidah kunci masuk — tapi pintu tetap terbuka sedikit. Setiap hari. Aku ganti kuncinya. Tidak membantu. Lalu mulai terdengar langkah kaki. Bukan malam — siang hari. Hari Rabu aku kerja dari rumah. Aku duduk di bawah di meja kerja, dan di atas ada yang berjalan. Pelan, berat, seperti orang tua. Dari sudut ke sudut. Aku naik — kosong. Aku turun — langkahnya mulai lagi setelah satu-dua menit. Seperti menunggu aku pergi dulu. Aku pasang tiga kamera. Satu di kamar tidur atas, satu di tangga, satu di pintu masuk. Dan di sinilah segalanya jadi benar-benar aneh. Langkah kakinya TERDENGAR di rekaman. Kamera menangkap suaranya, mikrofon merekam hentakan di lantai. Tapi di video — tidak ada siapa-siapa. Kamar kosong yang di dalamnya sesuatu sedang berjalan. Aku kirim rekamannya ke beberapa orang. Semua bilang hal yang sama: papan lantai memuai karena perubahan suhu. Oh ya. Papan lantai yang memuainya khusus hari Rabu, waktu aku di rumah. Lalu terjadi sesuatu yang membuatku tidak tidur dua malam. Aku punya buku harian. Kertas, buku catatan biasa. Kutinggal terbuka di meja dapur, pergi ke toko. Pulang — buku catatan terbuka di halaman lain. Halaman kosong. Dan di tengah-tengahnya, dengan pensil, tulisan tangan yang gemetar, ada satu kata. "Rabu" Pensilku memang ditaruh di samping buku catatan. Aku ingat betul, karena memang selalu di situ. Aku foto, tunjukkan ke teman-teman — "kamu sendiri yang nulis terus lupa", "lagi becanda ya", "ada orang masuk waktu kamu kerja". Aku tinggal sendiri. Pemilik rumah tidak punya kunci cadangan — aku sudah ganti kunci. Setelah itu aku sengaja meninggalkan buku catatan terbuka. Setiap hari. Dua minggu — tidak ada apa-apa. Lalu, lagi-lagi hari Rabu, ada tulisan baru. Tulisan tangan yang sama. Dua baris: "jangan pergi tidak suka kalau gelap" Aku gemetar. Bukan karena takut. Karena tiba-tiba aku paham — dia bukan sekadar "ada." Dia kesepian. Dia menunggu hari Rabu karena hari Rabu aku di rumah seharian. Dia membuka pintu waktu aku pulang. Dia berjalan di atas sementara aku di bawah — bukan menakut-nakuti, cuma... hidup berdampingan. Aku tulis di buku catatan: "Kamu siapa?" Keesokan paginya, di bawah pertanyaanku: "sudah lama di sini" Dan di bawahnya lagi, lebih kecil, seperti ragu-ragu: "kamu baik yang sebelum kamu jahat" Aku terus mencoba. Bertanya macam-macam. Kadang muncul jawaban, kadang tidak. Tulisan tangannya selalu sama — besar, gemetar, huruf-hurufnya tidak rapi, seperti tangan yang tidak terbiasa menulis. Atau sudah lupa caranya. Berkali-kali aku bertanya "Kamu siapa?" Tidak pernah ada jawaban untuk itu, tapi suatu hari di halaman hanya tertulis: "tidak ingat" Sekarang sudah lima bulan. Aku masih tinggal di sini. Hari Rabu kerja dari rumah, pintu sedikit terbuka waktu aku pulang, di atas ada yang berjalan. Kami berkorespondensi lewat buku catatan. Ini hubungan paling gila dalam hidupku. Minggu lalu pemilik rumah menelepon, tanya bagaimana rumahnya. Kubilang baik-baik saja. Dia diam lama, lalu pamit begitu saja. Buku catatannya hampir habis. Kemarin aku beli yang baru. Kutaruh di meja, terbuka di halaman pertama. Pagi ini tertulis: "terima kasih" Tidak ada yang percaya. Tapi aku punya buku catatan yang ditulisi seseorang yang sudah lama ada di sini.

Tak Terjelaskan
Diterjemahkan dari Inggris
Diposting: 2026-03-22

Ini kejadiannya Selasa kemarin dan sampai sekarang aku masih nggak bisa tidur nyenyak. Aku lagi jalan pulang kerja sekitar jam 7:15 malam, rute yang sama kayak setiap hari: lewat Maple Street, lewatin gereja di pojok, belok kiri di 4th Avenue. Aku lagi pakai earbuds, dengerin podcast. Semuanya normal banget. Terus tiba-tiba aku ngerasa tekanan aneh di telinga, kayak waktu pesawat turun terlalu cepat. Layar HP-ku nge-flicker terus mati hitam kayaknya dua detik. Waktu nyala lagi, jamnya nunjukin 7:04 malam. Aku pikir jamnya cuma error. Tapi waktu aku lihat sekeliling, aku udah balik di AWAL Maple Street. Bukan di tempat tadi, aku mundur 11 menit jalan kaki ke belakang. Podcast-nya masih muter, tapi udah loncat balik ke bagian yang udah aku dengerin. Aku jalan pulang sisanya kayak orang linglung. Waktu sampai rumah, aku cek step counter di HP. Tercatat DUA KALI. 1.847 langkah hari Selasa padahal biasanya cuma sekitar 900 buat jalan itu. Screen time-nya juga aneh, nunjukin app podcast ketutup jam 7:14 terus entah gimana kebuka lagi jam 7:04?? Aku ceritain ke teman sekamar. Dia bilang aku "bengong terus jalan muter-muter." Tapi nggak gitu. Aku balik ke titik yang persis sama besoknya di jam yang sama. Nggak terjadi apa-apa. Aku udah ke sana tiap hari sejak itu. Nggak ada apa-apa. Aku nggak tau apa yang terjadi. Tapi selama 11 menit Selasa kemarin, sesuatu mindahin aku mundur di waktu, dan aku jalan di ruas jalan yang sama dua kali. Nggak ada yang percaya. Teman sekamarku cuma becandain. Nyokap bilang aku harus "tidur lebih banyak." Tapi step counter-nya nge-log 1.847 langkah. Coba jelasin itu.

Ramalan
Diterjemahkan dari Spanyol
Diposting: 2026-03-21

Kalian tahu kan di dongeng-dongeng, katanya penyihir selalu punya kucing hitam? Katanya kucing bisa melihat hal-hal gaib? Soal yang gaib-gaib sih saya nggak tahu ya, tapi saya mau cerita soal kucing saya. Dia kucing oren, kampung biasa. Satu-satunya keunikan dia itu benci banget sama tamu dan selalu ngumpet kalau ada yang datang. Dia juga suka banget nangkep tikus mainan terus dibawa ke kita, tapi itu cerita lain :) Nah, balik lagi soal tamu. Setahun terakhir ini, kita mulai sadar dia ngumpetnya itu sekitar 20 menit sebelum tamunya datang. Kita sampai bingung — kok dia bisa tahu??? Akhirnya kita simpulkan kalau kucing kita ini super pintar dan entah bagaimana mulai ngerti omongan kita, atau setidaknya kata "tamu." Langsung naik level rasa hormat kita ke dia! Tapi ini yang anehnya. Suatu kali ada teman datang mendadak, kita sama sekali nggak ngomongin soal kedatangannya. Dan iya, si kucing tetap ngumpet duluan. Kali berikutnya, kita sengaja bikin eksperimen. Kita janjian sama teman soal jam berapa mereka datang, nggak ngomongin apa-apa di rumah, dan cuma mantau si kucing. Sepuluh menit sebelum mereka datang, dia pergi ke belakang sofa. Kok bisa??? Dia tahu dari mana??? Setelah itu, saya baca banyak banget cerita tentang hewan yang bisa merasakan gempa bumi dan bencana lain sebelum terjadi. Sekarang tiap kali kucing saya tiba-tiba waspada, saya langsung deg-degan. Suatu kali dia tiba-tiba loncat, tegang banget, tanpa sebab. Saya mikir — ada apa ini? Mau gempa? Dia ngerasain apa??! Ternyata dia lihat ngengat. Jadi sekarang saya berusaha lebih santai menanggapinya. Tapi tetap sih, kemampuannya itu bikin takjub. Kalau peliharaan kalian, bisa merasakan sesuatu sebelum terjadi nggak?

Ramalan
Diposting: 2026-03-16

Umur gue 17 tahun. Dan gue semacam medium atau apalah. Gue nggak bisa meramal masa depan orang, nggak pernah mimpi yang jadi kenyataan. Tapi kadang gue tiba-tiba dapet penglihatan gitu. Pas lagi di kelas, ngantri, atau bahkan cuma lagi nyuci piring. Cuma berlangsung beberapa detik doang. Tapi rasanya kayak gue beneran nggak ada di sini waktu itu, kayak lagi di tempat lain. Bahkan baunya pun gue inget. Biasanya sih hal-hal receh. Misalnya, gue ngeliat ada anak baru yang dikenalkan di kelas. Dan dua hari kemudian beneran kejadian. Atau waktu gue masih kecil, gue ngeliat kakak gue di atas panggung sama cowok cakep banget di depan orang banyak, terus gue bilang ke kakak kalau dia bakal jadi superstar. Beberapa minggu kemudian dia pergi ke konser band favoritnya, waktu naik buat ngasih bunga, salah satu personelnya meluk dia dan dia beneran nari bareng di panggung sekitar 10 detik. Ya, superstar sih nggak jadi, tapi itu beneran terjadi. Oh iya, nggak selalu kejadiannya persis kayak di penglihatan gue. Misalnya, pernah gue ngeliat cewek naik sepeda di seberang jalan, nabrak sesuatu terus mental ke jalan raya, tepat di bawah roda mobil. Tiga hari kemudian, hampir semuanya kejadian persis gitu, cuma kali ini ada cowok yang nangkep dia. Bukan kayak di film romantis sih — mereka berdua tetep jatuh — tapi setidaknya nggak ke tengah jalan. Jadi gue percaya kalau takdir itu bisa berubah, dan bahkan orang yang cuma lewat doang bisa ngubah segalanya. Mungkin gue cuma ngeliat salah satu kemungkinan masa depan aja. Yang beneran nyebelin tuh, kebanyakan penglihatan ini nggak ada gunanya sama sekali (ya gue ngeliat diri gue jalan ke sekolah, atau makan malam sama keluarga, terus kenapa?). Tapi kayak soal apa yang bakal keluar di ujian atau semacam nomor lotere yang menang... itu nggak pernah sekalipun.