Lainnya
Diterjemahkan dari Inggris
Diposting: 2026-03-27

Kakek saya berasal dari masa lalu. Makanya saya tahu pasti kalau perjalanan waktu itu nyata. Saya nggak percaya perjalanan waktu yang direncanakan — yang pakai mesin, pilih tanggal, dan sebagainya — tapi nyasar ke semacam distorsi waktu secara nggak sengaja? Itu bisa banget terjadi. Itu yang dialami kakek saya dan temannya. Waktu itu mereka berdua umur sembilan belas, pergi bareng ke kota sebelah. Di jalan nggak ada yang aneh; satu-satunya yang mereka ingat belakangan cuma ada kabut. Nggak ada petir, nggak ada badai, nggak ada tekanan di telinga. Cuma kabut biasa. Sampai di kota tujuan, awalnya mereka heran karena nggak ketemu toko buku yang dicari, dan banyak hal lain yang kelihatan beda. Terus mereka pikir orang-orang sedang mengerjai mereka waktu dibilang ini tahun 1957. Mereka bilang sebelumnya mereka ada di tahun 1929. Waktu pulang ke rumah, temannya sama sekali nggak ada dalam catatan mana pun. Kakek saya tercatat sebagai orang hilang. Untungnya mereka berdua — setidaknya mereka tahu nggak mungkin dua orang gila bareng. Mereka bilang nggak sedih juga. Dua-duanya yatim piatu, jadi nggak ada yang perlu dikhawatirkan, dan mereka menganggap semua itu semacam keajaiban. Secara keseluruhan, setelah itu mereka menjalani hidup yang baik. Dua-duanya menikah, punya keluarga. Berteman seumur hidup. Cuma satu — mereka nggak pernah lagi keluar kalau berkabut. Kakek saya bilang, "Kalau sampai terlempar lagi ke entah mana? Saya sudah punya keluarga. Sudah nggak mau ke mana-mana."