Nggak Ada yang Percaya — Sesuatu yang luar biasa terjadi padamu?

Sesuatu yang luar biasa terjadi padamu?
Tapi kamu takut nggak ada yang percaya...


Lompatan waktu, glitch realitas, benda yang menghilang dan muncul kembali, percakapan yang nggak ada yang ingat — fenomena tak terjelaskan tidak mengikuti aturan apa pun. Kalau pengalamanmu membuatmu mempertanyakan hakikat realitas itu sendiri, di sinilah tempatnya. Jawaban paling jujur untuk beberapa pengalaman cukup sederhana: kita tidak tahu.

Diposting: 2026-03-01

Aku punya anak laki-laki. Masih kecil. Hal-hal aneh sudah mulai kami sadari sejak dia masih bayi. Waktu perutnya sering sakit dan dia menangis keras-keras, toples kaca makanan bayi bisa retak sendiri — dan itu terjadi beberapa kali. Pernah juga vas bunga yang retak. Tapi waktu itu kami cuma heran, frekuensi suara seperti apa sih yang keluar dari tangisannya sampai bisa bikin efek begitu. Tapi makin lama makin aneh. Waktu dia sudah agak besar, suatu kali aku bertengkar cukup sengit sama istri — bukan sampai teriak-teriak, tapi nada bicara sudah tinggi. Anak kami nggak nangis, cuma diam memperhatikan kami. Terus tiba-tiba terdengar bunyi "krek" — dan kami lihat ada retakan di kaca jendela. Kami syok. Kalau yang ini, sudah nggak bisa dibilang kebetulan atau efek tangisan keras lagi. Dia nggak masuk TK. Sempat masuk seminggu, tapi kemudian terjadi sesuatu yang nggak mengenakkan. Anak kami bilang dia nggak mau ke sana lagi, katanya anak-anak di sana jahat. Ada dua anak laki-laki yang mendorongnya dan mengejeknya. Dan kebetulan yang aneh: di kelasnya hari itu, kaca jendela pecah berkeping-keping. Kata gurunya, mungkin ada orang yang melempar batu dari luar. Yah, kami punya dugaan sendiri bahwa kaca itu bukan pecah karena batu dari luar. Apakah kami pernah bawa anak kami ke semacam ahli atau spesialis? Tentu saja tidak. Aku nggak mau anak kami dijadikan bahan penelitian atau eksperimen. Tapi mau bagaimana ke depannya, aku juga nggak tahu. Masa iya mau dikurung di rumah seumur hidup supaya nggak ada yang sadar. Aku tulis cerita ini di sini dengan harapan, kalau ada yang pernah mengalami hal serupa, tolong tekan "Been there". Setidaknya aku bisa tahu bahwa kasus kami bukan satu-satunya — dan yang lain juga memilih diam soal ini.

Diterjemahkan dari Portugis
Diposting: 2026-02-24

Nggak tahu ada yang pernah ngalamin hal kayak gini atau nggak, tapi udah dua tahun ini aku kayak hidup dua kehidupan. Aku perempuan, sudah menikah, umur 38 tahun, punya satu anak. Sebelumnya nggak pernah ada masalah kejiwaan sama sekali. Hidup biasa aja, suami aku cinta. Anak ku luar biasa. Tapi setiap kali aku ketiduran, aku melihat diriku sebagai gadis muda, pelayan di sebuah kedai. Di sana namaku beda, penampilanku beda, keluarga beda, teman-teman beda, semuanya beda. Dan jelas itu zaman yang berbeda. Soalnya orang-orang masih pakai kereta kuda, kompor modern aja nggak ada yang tahu. Tapi yang paling gila, di sana aku ngomong pakai bahasa lain — semacam campuran bahasa Polandia dengan sedikit bahasa Jerman. Ini bukan mimpi yang sama yang terulang-ulang. Setiap mimpi baru, aku menjalani hari baru di sana. Udah ke psikiater belum? Ya udah dong, pasti. Katanya aku punya ketidakpuasan tersembunyi sama hidupku, makanya di mimpi aku melihat diriku jadi orang lain. Tapi tahu nggak? Kalau memang begitu, kenapa di mimpi aku nggak jadi ratu? Atau setidaknya bangsawan kek, apa kek? Hidupku yang nyata jelas lebih enak. Tapi setiap kali tidur — eh, mulai lagi, kerja dari pagi sampai malam, ketemu teman cuma sesekali. Emang aku butuh itu? Ya nggak lah. Dan satu lagi: psikiater nggak bisa jelasin kenapa tiba-tiba aku makin lama makin ngerti bahasa Polandia. Padahal aku nggak pernah belajar bahasa itu seumur hidup. Suamiku namanya Martim. Dan pernah sekali aku keceplosan manggil dia Greg (itu nama salah satu saudara laki-laki di mimpi). Bayangin dong reaksinya? "Greg siapa tuh?!" Aku udah ceritain soal mimpi-mimpi ini ke suami. Tapi kayaknya sampai sekarang dia masih bingung, aku ini punya kepribadian ganda atau selingkuh. Dan aku nggak tahu mana yang lebih dia harapin. Selingkuh sih pasti enggak. Kalau soal kepribadian ganda... itu aku nggak begitu yakin. Tapi aku kepikiran, jangan-jangan ini aku lagi mengingat kehidupan masa lalu? Ada yang pernah ngalamin hal serupa?

Diposting: 2026-02-05

Kota kami kecil sekali, hampir semua orang saling kenal. Dulu ada satu keluarga di sini — seorang ibu dengan anak perempuannya yang umurnya sekitar lima tahun. Mereka tidak punya saudara lain di daerah ini. Lalu anak itu meninggal, setelah sakit mendadak. Ibunya sangat terpukul. Setiap hari tanpa kecuali dia pergi ke kuburan. Begitu terus selama setahun penuh. Lalu ibunya pun ikut pergi — tidak kuat menanggung duka sedalam itu. Semua ini memang sangat menyedihkan dan mengerikan, tapi yang aneh justru setelahnya. Sudah tiga tahun sejak semuanya terjadi, dan makam anak itu selalu dalam keadaan sempurna. Tidak ada rumput liar, tidak ada debu sedikit pun. Kalau memang ada yang merawat, pasti tetap kelihatan tanda-tanda di antara waktu perawatan. Tapi ini seperti waktu berhenti di sana — seperti tempat itu membeku begitu saja. Semua orang di kota membicarakan ini. Banyak yang sengaja menghindari tempat itu. Dan masing-masing punya pendapatnya sendiri. Ada yang berbisik bahwa arwah sang ibu tinggal di sana, menjaga ketenangan putrinya. Ada juga yang bilang bahwa semasa hidup, si ibu selalu cemas siapa yang akan merawat makam anaknya kalau dia sudah tiada, dan ketika dia meninggal, seluruh kekuatan jiwanya dia tanamkan di tempat itu. Dan tentu saja ada yang tidak percaya semua itu. Mereka bilang pasti ada orang yang diam-diam datang setiap malam untuk merapikan semuanya, supaya yang lain ketakutan. Tapi siapa yang mau repot-repot begitu? Masa iya ada orang yang melakukan itu selama tiga tahun cuma untuk iseng.